Habiba berpikir, orang lain memiliki banyak kelebihan. Ada Kak Hasan dengan kue-kue buatannya yang selalu ditunggu-tunggu, sahabatnya Alika–si pemain hadroh berbakat, hingga Ghazi seniman pelukis kebanggaan kampungnya.
Di sekolah pun demikian, ada si terampil menjahit, penulis sajak, ahli serangga, hingga orator dan sutradara andal! Menurutnya, dirinya hanya penonton paling depan yang biasa saja tanpa bakat istimewa.
Biba tidak sadar kalau dia selalu ada memberi semangat, meyakinkan teman yang ragu, dan senang mengabadikan setiap momen hebat mereka melalui kameranya.
Benarkah Biba tidak punya kelebihan? Atau selama ini dia malah berperan besar di balik kesuksesan teman-temannya? Mau tahu kelanjutan kisah Habibah dan teman-temannya? Ikuti kisahnya dalam Kamu Bisa, Biba! Kamu juga bisa menulis cerita dan membuat komik di buku ini, lho.
Selamat membaca.