Satu Minggu yang Terasa Makin Bermakna

Assalamu’alaikum, Sobat.

Tiga tahun lebih bukan waktu yang sebentar bagi Ratih Cahaya dalam berkarya dan mendedikasikan diri untuk Gema Insani. Ketika keputusan besar ini ia ambil, sebelumnya telah banyak pertimbangan yang dipikirkan baik-baik. Minggu ini adalah masa terakhir baginya berkontribusi secara formal sebagai redpel dan editor buku anak Gema Insani. Ratih Cahaya ingin lebih fokus bersama keluarga dan berkarya di rumah.

Baginya, Gema Insani merupakan penerbitan yang juga banyak memberi ruang dan dukungan untuk berkarya serta menemani perjalanan jenjang kariernya. Selama berkontribusi di Gema Insani, Ratih Cahaya telah membantu ‘lahirnya’ >100 buku anak bentuk set maupun satuan, di antaranya Komik Sirah Rasululah saw, Negeri Akhirat, Seri Khulafaur Rasyidin, Boardbook Balitaku Saleh, dan sebagainya. Ada juga beberapa buku genre remaja Gema Insani yang ‘terlahir’, seperti Lo Gue Butuh Tahu LGBT, Socmed Addict, Lupakan Mantanmu, dan sebagainya.

Mengawali jenjang karier sebagai editor buku anak, perlahan namun pasti kemudian Ratih Cahaya dipercayakan mengemban amanah sebagai redpel buku anak Gema Insani. Selama mengedit dan mengawasi ‘lahirnya’ buku-buku anak itu, banyak suka duka yang ia rasakan.

“Jadi redpel dan editor buku anak itu bagiku banyak suka dan dukanya. Salah satu dukanya, kalau lagi nunggu kabar dari Ilustrator kadang lama, kadang tahu-tahu gak ada kabar. Sukanya, alhamdulillah jadi orang pertama yang dapat ilmu dari buku yang aku edit.”

Selain itu, ia juga banyak mendapatkan pengalaman unik dan berharga selama berkontribusi di bidangnya. Salah satu di antaranya ketika ‘membidani lahirnya’ buku Boardbook Balitaku Saleh: Seri Aqidah karya Ryu Tri. Pengalaman itu ia dapat dimulai dari membuat konsep, memburu penulis, hingga proses menerbitkan buku satu ini.

Banyak juga kendala yang dirasakan Ratih Cahaya dan tim dalam menerbitkan buku tersebut. Namun, alhamdulillah semua terbayar dengan banyaknya minat orang tua untuk memberikan inspirasi Islam dari boardbook tersebut pada anak mereka.

Di Minggu yang makin terasa bermakna ini, Ratih Cahaya juga masih tetap ikut berkontribusi memberi dukungan dan arahan kepada rekan timnya. Minggu ini dua rekannya dari tim Penerbitan, Fina dan Nia sedang melakukan take video untuk promo wayang kertas Gema dan Gina. Wayang kertas tersebut akan menjadi hadiah di boardbook Gema Insani selanjutnya berjudul Balitaku Saleh: Seri Ibadah karya Ryu Tri.

Sebelumnya, tim Penerbitan yang berkolaborasi dengan tim Marketing juga telah menggarap video tutorial membuat wayang kertas tersebut. Insya Allah, video tersebut bisa menginspirasi orang tua di Indonesia untuk menghadiahkan mainan yang seru juga mengedukasi anak. Video tutorial tersebut akan kami posting di media sosial Gema Insani. Nantikan terbitnya buku tersebut dan tayangnya video-video inspirasi itu ya, Sobat.