Perempuan memiliki pesona tersembunyi di balik diri dan hati yang mampu meluluhkan kaum adam. Terkadang pesona-pesona yang terpancar bisa menjadi bumerang jika disalahgunakan. Lantas bagaimana kita sebagai perempuan menjaganya?

Sinta Yudisia penulis buku “Sarah Penggenggam Cinta” telah memaparkan tentang salah satu sosok perempuan idaman, yaitu Sarah. Sarah adalah istri Nabi Ibrahim yang turut berkontribusi dalam dakwah. Mempelajari sejarah Sarah berarti kita akan mencoba memahami sumber kekuatan seorang perempuan, seorang istri, dan seorang ibu.

By Gemaon October 23, 2018

Bicara soal remaja, erat kaitannya dengan masa pubertas. Di masa ini, biasanya para remaja merasakan galau dan sedang asyik-asyiknya untuk “coba-coba”. Jika tidak dibekali dengan ilmu agama dan pengetahuan yang baik, yang terjadi adalah penyimpangan di masa-masa pubertas itu. Seperti yang sering kita ketahui, banyak kasus yang ditimbulkan akibat kebablasan yang terjadi pada remaja yang sedang aktif di masa pubernya. Apa itu? Ya, jawabannya adalah gaul bebas (Melakukan zina/seks bebas bukan dengan pasangan yang sah dalam pernikahan, seks bebas kaum LGBT, dan dilakukan dengan cara-cara yang menyimpang).

By Gemaon July 31, 2018

Cerita ini berkisah tentang perjalanan cinta yang dibumbui fitnah, pengorbanan, kehilangan, dan permusuhan berliku dari adat Minang. Namun, menggunakan latar tempat di Tanah Medan, Sumatra Utara dan Kota Jakarta. Bermula dari kebencian Sang Mertua dan iparnya. Wanita sekaligus Ibu berperangai baik nan cantik bernama Mariah, terpaksa mengecap kepahitan buah dari fitnah. Azhar tega menelan mentah-mentah fitnahan yang menerpa istrinya. Mariah dituding selingkuh! Ia diusir malam hari dari rumah itu, tanpa membawa putra kecilnya, Sofyan yang tertidur pulas. Berkali-kali surat yang dituliskan Mariah pun tak pernah dibalas oleh Azhar.

By Gemaon July 31, 2018

Ini dia satu lagi karya sastra buah pemikiran Hamka yang penuh motivasi dan inspirasi. Novel bertajuk Angkatan Baru ini merupakan hasil pengamatan Hamka dari kehidupan masyarakat Minangkabau, berpadu renungan, penderitaan, dan keluhan di zaman itu. Novel ini menggunakan gaya bahasa Melayu yang juga menjadi ciri khas Hamka dalam deretan karyanya. Daya ingat kita seolah diajak membayangkan suasana Minangkabau di Tanah Sumatra. Novel yang berbalut cover cokelat ini berisi perpaduan antara kentalnya adat dan gelora jiwa muda yang terjerat zaman modern.

By Gemaon July 31, 2018

Tuhan, Izinkan Aku Pacaran adalah judul buku yang ditulis oleh Fikri Habibullah M ini. Terlintas di benak kita ketika membaca judul buku ini, bahwa begitu frontal sekali seolah si Penulis meminta pada Allah sekaligus mengajak pembacanya untuk melegalkan pacaran. Terasa menggelitik hati saat diri memohon pada Allah untuk menjadikan pacaran sebagai bagian dari ajaran-Nya. Melihat judul yang profokatif ini sebelum membaca isinya, hanyalah sikap men-jugde Penulis karena membahas topik yang sesungguhnya diharamkan Allah Azza wa Jalla.

By Gemaon July 31, 2018

“Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang Muslim.”

(Al-Ahqaaf: 15)

Demikian dr. Salma mengawali tulisannya di buku ini dengan salah satu ayat dalam Surat al-Ahqaaf. Usia 40 tahun merupakan awal kehidupan yang sesungguhnya untuk terus mengalirkan kebajikan kepada Sang Pencipta dan bagi sesamanya. Tentu, di dalam tubuh yang sehat juga terdapat jiwa yang kuat. Kesehatan fisik dan mental menjadi salah satu cara untuk mengantarkan kita pada jalan kebaikan di masa setelah 40 tahun mendatang.

By Gemaon July 31, 2018

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan musuh yang nyata bagimu.

(al-Baqarah: 208)

Demikianlah Fadila Hanum memulai pengisahannya dalam buku Setan? Siapa Takut! dengan salah satu ayat al-Qur’an di surah al-Baqarah yang ke-208. Ya, seperti firman Allah SWT. di ayat tersebut, “Sungguh, setan musuh yang nyata bagimu.” adalah benar adanya. Setan akan selalu mengganggu manusia hingga akhir zaman agar bersamanya masuk ke neraka. Takut pada setan berarti mengesankan kita sebagai manusia tunduk padanya, patuh akan godaannya, dan senang jika dibelenggunya. Padahal, bujuk rayu setan yang menyesatkan harusnya kita lawan bukan ditakuti untuk diikuti!

By Gemaon July 31, 2018

Nyaris di pengujung tahun 2016 ini, Ririn Astutiningrum kembali meluncurkan karyanya setelah sukses menulis buku anak bertajuk Seri Heaven Fantastic Four 1 & 2 di tahun 2015. Ya, dengan genre yang sama, Ririn kembali menulis buku anak yang terbit secara berseri dengan judul Seri Khulafaur Rasyidin yang diterbitkan Gema Insani.

By Gemaon July 31, 2018

Kota Madinah menjadi salah satu kota suci yang merekam jejak Rasulullah saw. bersama sahabat dan pengikutnya dalam misi penyebaran Islam. Rasulullah saw. berdoa pada Allah agar umat Islam dapat mencintai Kota Madinah, bahkan lebih besar dari kecintaannya terhadap Mekah. Dijadikan-Nya kota ini penuh cahaya, sebab berdiri kokoh tempat-tempat yang menjadi saksi betapa Nabi Muhammad saw., sahabat, dan para pengikutnya dengan segenap jiwa raga membela dan menyebar risalah Islam.

By Gemaon July 31, 2018

“Senantiasa ada segolongan dari umatku memperjuangkan dan membela kebenaran (Islam), mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidaklah membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, dan mereka tidak dihancurkan dengan bala’ hingga Allah mendatangkan urusan-Nya kepada mereka. Sementara mereka tetap dalam kondisi itu. Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, di mana mereka?’ ‘Mereka di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis.’ ”

(HR Ahmad)

Demikianlah Fadila Hanum memulai kisahnya dalam buku ini dengan Hadits yang diriwayatkan Ahmad. Baitul Maqdis merupakan salah satu kota suci yang mencatat sejarah tersebarnya agama Islam. Allah ‘Azza wa Jalla menyucikannya karena terdapat tempat-tempat yang menjadi saksi terbebaskannya kota ini dari kesyirikan dan kekuasaan yang zalim.

By Gemaon July 31, 2018